Kepergianmu
Wednesday, August 24th, 2005Hari ini …genap 7 hari setelah kau pergi….Kemarin sore pas pulang kerja naik omprengan dalam perjalan pulang tiba tiba teringat kau dan anak anakmu dan istrimu yang kau tinggalkan untuk kami…Tak terasa air mata ini menetes, saya gak habis pikir, ternyata anak anakmu sangat kuat menghadapi kepergianmu, walau mereka tahu setelah kau pergi, mereka akan hidup susah dan mau gak mau hidup mandiri…
Sendiri tanpamu mendampinginya saat belajar….Ngambil raport…makan bareng..menunggumu saat kau pulang kerja…bercerita tentang tadi siang disekolah anak anakmu dapat nilai baik…bercerita, minta doa restu anak anakmu terpilih akan ikut lomba olimpiade…
Setelah kau pergi secara hitungan mungkin tidak ada pendapatan untuk makan, untuk bayar sekolah anak anakmu, Tapi mereka tahu Tuhan tidak akan menghentikan rezeqi buatnya (anak anakmu)…Yah..jalannya tidak darimu lagi..mungkin dari ibunya atau mungkin bahkan dari anak anakmu sendiri….atau mungkin dari kami…
Saya yakin ada hikmahnya setelah kau pergi…Saya yakin ada udang dibalik ini semua…Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melebihi batas kemampuan umatnya…..hari ini saya percaya dengan kalimat itu, melihat betapa kuatnya anak anakmu dan istrimu menghadapi kepergianmu….walau secara tiba tiba…
Kemarin, pas pemakamanmu, aku melihat teman teman anakmu datang ke pemakamanmu…dengan kuat anak anakmu tetap mencoba senyum sama mereka, senyum yang seolah olah tanpa beban..tanpa duka ..tanpa kepedihan…Aku yang melihat saja meneteskan airmata….Kalau mungkin aku brontak ..Kenapa Ayahnya yang kau panggil Tuhan….Kenapa mesti ponakanku yang kau renggut Ayahnya…Seharusnya Ponakanku yang ada dalam rombongan para takziah, bukan yang di takziah i
Bang, akan ku bantu untuk membiarkan kedua mutiaramu tetap bercahaya………………
Semoga kau tenang disana…….Semoga Tuhan mengampuni segala dosamu. melapangkan kuburmu….